MACAM-MACAM PARASIT PADA AYAM

Parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain yang disebut inang.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Parasit dibedakan  menjadi dua berdasarkan tempat hidupnya di tubuh inang, yaitu ektoparasit dan endoparasit.

  • Ektoparasit adalah parasit yang berada di luar tubuh inangnya antara lain dari kelas insekta (kutu, pinjal, lalat, dan nyamuk) dan kelas arachida (caplak dan tungau).
  • Endoparasit merupakan parasit yang ditemukan di dalam tubuh atau organ inangnya. Endoparasit terdiri dari helminth (cacing) dan protozoa.

Berdasarkan sifat hidupnya, parasit dibedakan menjadi dua macam yaitu parasit obligat dan fakultatif. Parasit obligat seluruh siklus hidup dari parasit tersebut bergantung pada hospes (inang) sedangkan parasit fakultatif apabila parasit tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada hospes, dalam artian masih dapat hidup meskipun di luar tubuh hospes misalnya nyamuk dan lalat.

Parasit akan merugikan inangnya, karena akan merebut nutrisi makanan yang masuk, menghisap darah, cairan getah bening atau eksudat, merusak jaringan tubuh, menimbulkan radang, membuka jalan untuk agen pathogen lain, menghasilkan berbagai substansi yang bersifat toksik atau beracun sehingg dapat menimbulkan reaksi alergi serta dapat menimbulkan penyumbatan secara mekanis.

Ektoparasit

  • Kutu

Kutu adalah insekta yang memiliki tubuh pipih dengan bagian tubuh yaitu kepala, thoraks (dada) dan perut. Kutu memiliki 3 pasang kaki, tidak bersayap, bersifat hospes spesifik yang artinya hanya hidup pada hospes tertentu dan umumnya juga ditemukan di daerah tertentu.

Pada ayam sering dijumpai pada bulu ayam dan mungkin ditemukan di area bawah sayap, leher, sekitar perut, dan kloaka. Telur kutu biasanya terkumpul pada pangkal bulu.

Kutu dapat dibedakan menjadi dua antara lain, (1) kutu penggigit (bitting lice) yang mempunyai kepala besar dan melebar, memakan epidermis kulit, remukan bulu, kerak kulit, dan sedimen yang mengering, dan (2) kutu penghisap (sucking lice) dengan bentuk kepala kecil dan meruncing, biasanya akan menyerap darah atau cairan limfe. Pada ayam ditemui kutu golongan Mallophaga (kutu pengunyah) dan kutu penghisap.

Menopon gallinae
Goniocotes gallinae
Menachantus stramineus
Lipeurus caponis

Infestasi kutu biasanya bersama dengan kasus lainnya; misalnya cacingan, penyakit infeksi akibat bakteri atau virus, penyakit metabolic (kekurangan nutrisi) dan kurangnya sanitasi lingkungan kandang.

  • Tungau

Tungau tergolong dalam satu ordo bersama dengan caplak namun berbeda dengan kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil.

Bagian tubuh tungau terdiri dari kepala yang bergabung dengan dada (cephalo-thorax) dan bagian perut. Tungau dapat berlari dengan cepat pada tubuh ayam khususnya bagian dada dan perut.

Tungau yang menghisap darah ayam lebih aktif saat malam hari dan jarang ditemukan pada siang hari. Tungau hidup di lingkungan sekitar ayam yaitu pada dinding kandang, lantai kandang, dan celah-celah kayu kandang.

Dermanyssus gallinae
Megnina sp.
Falculifer sp.
Knemidocoptes sp.
  • Caplak

Caplak termasuk ke dalam ordo Acarina sama halnya dengan tungau. Caplak yang sering menyerang unggas termasuk dalam family Argasidae.

Caplak memiliki tubuh yang lunak, hidup di daerah tropis dan menyerang ayam-ayam yang dipelihara dalam kandang panggung atau di atas litter. Pada peternakan modern jarang ditemukan kasus infestasi caplak namun bila penerapan biosecurity-nya kurang maka bisa saja caplak menyerang.

Bagian tubuh yang paling disukai yaitu di bawah sayap dan cenderung menyerang pada malam hari. Biasanya pada unggas terserang terdapat bercak-bercak perdarahan.

Argas persicus
  • Pinjal

     

    Pinjal memiliki kaki yang panjang untuk meloncat termasuk dalam ordo Siphonaptera. Tubuh pinjal pipih pada sisi samping dan berwarna coklat kehitaman. Pinjal tidak memiliki sayap, tanpa mata majemuk, memiliki antenna pendek dan mulut yang digunakan untuk menusuk dan menghisap.

    Pinjal merupakan ektoparasit yang bersifat semi-obligat karena tidak seluruh siklus hidupnya berada pada tubuh ayam. Pinjal mengalami metamorphosis sempurna dan bersifat parasit dalam stadium dewasa dan hidup bebas pada stadium larva. Pinjal dewasa akan melekat pada tubuh inang dan menghisap darah serta dapat membenamkan kepalanya ke lapisan dalam kulit.

    Pinjal dewasa memiliki kemampuan menermpel dengan erat pada tubuh inangnya (ayam) sehingga sulit untuk lepas dan kemampuan menghisap darahnya lebih kuat dibandingkan dengan kutu penghisap.

Echidnophaga gallinacea

Endoparasit

Endoparasit merupakan parasit yang hidup dalam tubuh inang, umumnya berupa jenis cacing, protozoa, bakteri, virus, dan arthropoda.

Ayam yang terinfeksi endoparasit memliki gejala seperti lesu, pucat, kondisi tubuh menurun bahkan kematian. Endoparasit dapat menghambat pertumbuhan dan berpengaruh pada turunnya produksi ayam.

Parasit yang berada pada tubuh suatu ternak dapat menyebabkan kerusakan organ ternak tersebut dan ayam yang terserang penyakit juga dapat mengalami penurunan berat badan.

Penularan endoparasit pada ternak umumnya melalui makanan atau kondisi wadah yang kurang bersih serta melalui air dan peralatan yang digunakan pada proses pemeliharaan ternak.

  • Cacing pada Ayam

Cacing yang ditemukan pada ayam terdapat mulai dari kelas nematoda (cacing gilig), cestode (cacing pita), trematoda (cacing daun). Pada umumnya cacing –cacing yang menginfeksi ayam memiliki habitat dan inang perantara sehingga dapat menginfeksi ayam. Cacing lebih sering menyerang saluran pencernaan, namun tidak dipungkiri pada ayam cacing juga dapat menyerang saluran pernafasan dan organ mata.

Helminthiasis (cacingan) adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit berupa cacing. Serangan helminth biasanya tidak menunjukkan gejala klinis dan jarang menimbulkan kematian. Namun bila dilihat dari sisi ekonomis, helminthiasis memiliki dampak yang cukup kuat karena ayam akan mengalami penurunan berat badan, penurunan produksi telur pada ayam petelur mencapai 5-20%, lalu penurunan kondisi ayam bilamana kondisi tubuh diakhiri dengan kematian bila tidak segera diobati.

Terdapat tiga kelas cacing pada ayam, antara lain:

  • Nematoda

Cacing nematoda mempunyai ciri khas bentuk tubuh yang bulat menyerupai lidi dan tidak bersegmen. Ukuran cacing nematoda dewasa bervariasi tergantung pada spesies cacing tersebut.

Beberapa nematoda pada ayam antara lain: Capillaria annulate, Gongylonema ingluvicola, Ascaridia galli, Tetrameres americana, Heterakis gallinarum, Syngamus trachea, Oxyspirura mansoni, dan lain-lain.

  • Cestoda

Cestoda merupakan kelas cacing dengan ciri khas cacing yang menyerupai pita sehingga sering juga disebut cacing pita. Umumnya cacing kelas cestode berwarna putih dan tubuhnya bersegmen. Cestode dapat menginfeksi sejak bentuk larva dan ukuran dari cacing cestode bervariasi tergantung pada stadium cacing dan spesiesnya.

Cestoda yang paling sering menginfeksi ayam yaitu Raillietina sp.

  • Trematoda

Trematoda mempunyai ciri khas yaitu bentuk tubuh yang menyerupai daun. Jarang ditemukan untuk kelas trematoda menginfeksi ayam.

Salah satu spesies trematoda yang sering menginfeksi ayam adalah Echinostoma revolutum. Cacing ini hidup di rectum dan sekum ayam. Akan menginfeksi ayam melalui inang perantara yaitu siput.

  • Protozoa

Protozoa adalah organisme satu sel dengan bagian-bagian sel yang lengkap. Protozoa selain dapat menyebabkan penyakit pada ayam (hewan) juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia Cara makan ayam yang bersifat omnivore meningkatkan kemungkinan masuknya parasit ke dalam tubuh ayam. Ada atau tidaknya protozoa dalam tubuh ayam menentukan kelayakan ayam tersebut untuk dikonsumsi.

Protozoa yang bersifat parasit pada ayam antara lain Leucocytozoon sp., Plasmodium sp., Histomonas melegridis dan beberapa spesies dari Eimeria yang sangat terkenal menyerang ayam.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM URINARIA AYAM

Sistem urinaria ayam terdiri dari ginjal (ren) dan ureter. Untuk lebih lengkapnya simak artikel berikut ini.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Ginjal merupakan peran utama dalam proses penyaringan atau filtrasi darah sehingga dapat memisahkan air dengan zat buangan dan menyerap kembali (reabsorbsi) zat makanan yang masih bermanfaat untuk tubuh. Selain itu, ginjal juga mengatur derajat keasaman, konsentrasi ion mineral dan komposisi air dalam darah.

Terdapat dua buah ginjal di sisi kiri dan kanan yang memanjang, berlokasi di belakang paru-paru dan menempel pada tulang punggung dari ayam. Masing-masing dari ginjal terdiri atas tiga lobus yang tampak dan jelas. Struktur ginjal terdiri dari glomerulus, tubulus-tubulus kecil yang menjadi unit fungsional utama ginjal.

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Setelah melalui ginjal, hasil dari filtrasi akan masuk ke dalam ureter dan bermuara di urodeum lalu menjadi satu di kloaka. Sisa-sisa nitrogen akan dikeluarkan dalam bentuk asam urat dan bentuk semi padat bersama dengan feses. Oleh karena hal ini, maka biasanya pada feses ayam terdapat sedikit warna putih.

Ureter disebut juga ductus mesonephricus. Terdapat sepasang ureter menuju ke caudal (belakang) dari tubuh ayam dan bermuara langsung ke kloaka (urodeum).

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM SARAF AYAM

Sistem saraf (nervous system) dan organ sensoris memainkan peran yang penting dalam kehidupan hewan sehari-hari, termasuk pada ayam.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Sistem saraf pada ayam merupakan suatu kesatuan yang dapat mengontrol semua fungsi pada tubuh yang terdiri atas serabut saraf yang tersusun atas sel-sel saraf yang saling terhubung dan penting untuk sensoris panca indra, aktivitas motorik volunteer dan involunter organ atau jaringan tubuh serta homeostasis berbagai proses fisiologis tubuh.

Pembagian Sistem Saraf

  1. Sistem saraf otak atau somatic bisa juga disebut voluntary control dimana system saraf ini bertanggung jawab terhadap gerakan tubuh pada kondisi sadar.
  2. Sistem saraf otonom atau involunter control yang akan bertanggung jawab dalam koordinasi gerak dibawah sadar seperti gerakan pada organ pencernaan, jantung, pembuluh darah, dan organ penafasan.

Fungsi Sistem Saraf Pada Unggas

  1. Memperoleh (melalui reseptor sensorik) informasi tentang lingkungan internal dan eksternal.
  2. Menganalisis dan menanggapi informasi sesuai kebutuhan.
  3. Mentumpan informasi sebagai memori dan belajar.
  4. Mengkoordinasi impuls motorik keluar untuk otot rangka dan viscera (otot polos, otot jantung dan kelenjar).

Organ Sistem Saraf Dan Organ Sensoris

Otak merupakan pusat kendali untuk banyak fungsi dan kegiatan dari banyak sistem, organ, dan jaringan yang dibentuk atau ada dalam tubuh ayam. Otak terletak di kepala dan terlindungi dengan baik oleh tulang-tulang tengkorak. Otak terdiri dari sejumlah bagian yang mempunyai berbagai sel khusus yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi, mengenali, mengingat, dan mengarahkan.

Bagian-bagian Otak :

  1. Otak depan sebagian besar terdiri dari belahan otak dan lobus penciuman. Lobus penciuman (olfactory lobes) pada otak depan adalah daerah reseptor untuk saraf penciuman dan pusat untuk bau. Hipothalamus dan kelenjar hipofisis terletak di sisi bawah otak depan.
  2. Otak tengah yang terutama terdiri dari lobus optic. Ukuran dari otak tengah pada unggas relatif besar dibandingkan dengan vertebrata lainnya. Hal ini mencerminkan pentingnya penglihatan bagi kebanyakan unggas.
  3. Otak belakang sebagian besar terdiri dari otak kecil dan medulla oblongata. Otak kecil terlibat dalam koordinasi kegiatan otot rangka, ukurannya relative besar mencerminkan kebutuhan untuk koordinasi yang tepat dari aktivitas otot selama terbang.
  4. Sumsum tulang belakang bisa disebut juga korda spinalis. Korda spinalis adalah korda jaringan saraf yang memanjang dari medulla oblongata otak sepanjang hamper seluruh ekstremitas kolom vertebra melalui kanal yang telah disediakan. Sumsum tulang belakang dan otak merupakan SSP (sistem saraf pusat). Sumsum tulang belakang dilindungi oleh cairan tulang belakang dan selubung yang membungkusnya, semuanya terletak di dalam tulang belakang.
Sumber: http://akademi-kuliah.blogspot.com/

Pada otak terdapat kelenjar yang sangat kecil disebut dengan kelenjar hipofisis bisa disebut hipofisis saja bila dikaitkan dengan hypothalamus. Kelenjar ini sangat penting sebagai kelenjar endokrin dan sering disebut juga sebagai “master gland” karena banyak dari sekresinya mengatur operasi dari beberapa kelenjar serta fungsi sistem, organ, dan jaringan dari ayam.

Saraf

Sel saraf atau neuron terdiri dari badan sel dengan satu atau lebih proyeksi memanjang dari badan sel tersebut. Badan sel mengandung nucleus (inti sel). Proyeksi yang dimaksud adalah bagian dari sitoplasma dan disebut akson jika panjang dan tunggal atau dendrit jika pendek dan bercabang. Ujung-ujung saraf atau reseptor pada satu sisi membawa sensor yang merespon rangsangan, lalu pada sisi berlawanan rangsangan tersebut kembali ditransfer ke otak. Ujung saraf adalah sarana yang dengannya rangsangan dirasakan atau dilakukan kontrol. Sisa dari bagian sel saraf bertindak sebagai pembawa pesan ke otak dengan cara yang sama seperti saluran telepon membawa pesan antara dua telepon.

Beberapa jenis ujung saraf pada sel saraf tergantung pada tugas yang harus mereka lakukan, seperti mencium, mendengar, melihat, atau merasakan sentuhan. Ayam kemudian dapat bereaksi terhadap rangsangan ini dan responnya diarahkan melalui sistem, organ, atau jaringan tertentu.

Organ-organ Sensorik

Organ-organ sensorik menerima berbagai rangsangan dari lingkungan ayam, tergantung pada mode aksi rangsangan.

Organ-organ sensorik meliputi:

  1. Mata – untuk penglihatan.
  2. Telinga – untuk pendengaran dan keseimbangan.
  3. Organ penciuman – untuk bau.
  4. Taste buds (pengecap pd lidah) – untuk rasa.

Mata ayam berukuran cukup besar dalam kaitannya dengan ukuran unggas. Ayam memiliki penglihatan binocular (terjadi ketika kedua mata melihat suatu objek. Ini merupakan bantuan untuk menjauhkan persepsi). Terdapat satu mata di setiap sisi wajah dan hanya sudut 26° langsung ke depan. Kedua kelopak mata memiliki selaput yang sangat tipis disebut nictitating membrane (membrane niktitan) yang terletak di sudut depan setiap mata. Membran niktitan mampu memberikan perlindungan yang sangat cepat dengan menutupi bola mata.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM IMUN AYAM

Dengan mengetahui sistem imun ayam, maka kita akan mengetahui organ-organ yang melindungi ayam secara alami dari serangan berbagai jenis penyakit.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Kekebalan adaptif dimediasi oleh sel-sel yang disebut limfosit. Limfosit akan ditemukan terutama di dalam organ limfoid dan muncul dari sel punca di sumsum tulang belakang. Limfosit dewasa atau matang di dalam organ limfoid ada dua jenis, yaitu sel limfosit T dan sel limfosit B.

Sel T akan ditemukan pada thymus dan sel B akan ditemukan di jaringan limfoid gastrointestinal, sumsum tulang, atau bursa fabricius tegantung pada spesies dari hewan. Jika limfosit yang baru berkembang memiliki reseptor untuk self-antigen yang berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan, mereka terbunuh sebelum mereka dapat meninggalkan organ limfoid primer. Limfosit dewasa meninggalkan organ limfoid primer untuk tinggal di organ limfoid sekunder, di mana peran mereka adalah untuk bertemu dan merespon antigen asing. Organ limfoid sekunder utama meliputi kelenjar getah bening (KGB), limpa, sumsum tulang, dan Peyer patch  Walaupun antigen ditangkap dan diproses oleh sel dendritic, makrofag, dan sel B, respon imun adaptif sebenarnya dipasang oleh sel yang disebut limfosit. Limfosit adalah sel bulat kecil yang mendominasi di organ-organ seperi limpa, KGB, dan thymus.

Limfosit memiliki reseptor antigen di permukaannya dan karenanya dapat dikenali dan menanggapi antigen asing. Limfosit pada akhirnya bertanggung jawab untuk produksi antibody dan respons imun terpediasi. Respon kekebalan harus diatur dengan hati-hati. Limfosit harus dipilih sehingga reseptornya hanya akan mengikat antigen asing, dan respons setiap limfosit harus diatur sehingga cukup tetapi tidak berlebihan untuk kebutuhan tubuh. Oleh karena itu organ limfoid dapat diklasifikasikan berdasarkan perannya dalam menghasilkan limfosit, dalam mengatur produksi limfosit, dan dalam menyediakan lingkungan untuk menjebak antigen asing, memprosesnya, dan memaksimalkan kesempatan bagi antigen yang diproses untuk bertemu dan berinteraksi dengan limfosit.

Organ-organ yang mengatur perkembangan limfosit adalah disebut organ limfoid primer. Limfosit terbagi menjadi dua populasi utama disebut sel T dan sel B, berdasarkan pada organ utama di mana mereka mengalami proses pendewasaan. Dengan demikian sel T semuanya akan matang di thymus, sebaliknya dengan sel B akan matang dalam organ yang berbeda tergantung pada species hewan. Bila pada ayam (unggas) akan terjadi pada bursa fabricius, pada primate dan tikus pada sumsum tulang, pada kelinci, ruminansia dan babi akan terjadi di jaringan limfoid. Semua organ limfois primer berkembang pada awal kehidupan janin.

Thymus

Thymus terletak di rongga toraks di depan dan di bawah hati. Di kuda, sapi, domba, babi, dan ayam itu thymus juga memanjang hingga leher sampai ke kelenjar tiroid. Ukutan dari thymus bervariasi, ukuran relatifnya yang terbesar di hewan baru lahir dan ukuran absolutenya paling besar sebelum pubertas. Mungkin sangat kecil dan sulit ditemukan pada hewan dewasa. Struktur timus terdiri dari lobules sel-sel epitel longgar, masing-masing ditutupi oleh kapsul jaringan ikat.

Bursa Fabricius

Bursa fabricius hanya ditemukan pada golongan unggas, termasuk ayam. Bursa fabricius adalah kantung bundar terletak tepat di atas kloaka. Seperti timus, bursa mencapai ukuran terbesar pada anak ayam sekitar 1 hingga dua minggu setelah menetas dan kemudian menyusut seiring bertambahnya usia ayam. Sangat sulit untuk mengidentifikasi pada burung yang lebih tua.

Struktur dari bursa fabricius seperti timus, yaitu terdiri dari limfosit yang tertanam dalam jaringan epitel. Garis jaringan epitel ini kantung yang berlubang yang terhubung ke kloaka melalui saluran. Karena bursa menyusut ketika anak ayam menjadi dewasa secara seksual, atropi bursal juga dapat dipicu oleh pemberian testosterone. Dengan demikian bursa adalah organ limfoid primer yang berfungsi sebagai situs pematangan dan diferensiasi untuk sel-sel sistem pembentuk antibody. Limfosit yang berasal dari bursa karena itu disebut sel B.

Sumber: https://www.dummies.com/home-garden/hobby-farming/raising-chickens/the-organs-of-a-chickens-immune-system/
Sumber: https://www.slideshare.net/caecayey/the-development-of-b-lymphocytes

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM REPRODUKSI AYAM

Terdapat perbedaan yang signifikan pada organ genitalia ayam atau organ reproduksi berdasarkan jenis kelaminnya.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Organ genitalia pada ayam antara lain:

  • Pada ayam jantan : terdapat testis, epididymis, ductus deferens, dan phallus.
  • Pada ayam betina : terdapat ovarium dan oviduct.
Sumber: http://www.poultryhub.org/physiology/body-systems/reproductive-system/
Sumber: https://slideplayer.com/slide/4774906/

Sistem Reproduksi Jantan

Sistem reproduksi pada ayam jantan terdiri dari testis, epididymis, dan ductus deferens yang masing-masing berjumlah sepasang serta sebuah phallus yang homolog dengan penis sebagai organ kopulasi pada ayam jantan.

  1. Testis berbentuk seperti kacang dengan panjang kurang lebih 5cm. Berwarna putih selama musim kawin dan akan menjadi kekuning-kuningan pada masa tenang (molting) dan juga terjadi perubahan ukuran menjadi separuh dari ukuran awal.
  2. Ejakulat yang dihasilkan ayam jantan muda umumnya tidak mencapai 1ml.
  3. Epididimis berdekatan atau menempel pada testis.
  4. Ductus deferens bermuara pada bagian papilia di daerah urodeum yang merupakan muara dari ureter.
  5. Phallus (penis pada ayam) yang terdapat pada bibir bawah kloaka yang terdiri dari tuberkel kecil yang dilindungi oleh sepasang corpus phallis. Pada proses kopulasi akan terjadi cloacal kiss.

Sistem Reproduksi Betina

Ovarium pada unggas disebut juga folikel. Ovarium bangsa unggas umumnya hanya sebelah kiri yang berkembang sedangkan sebelah kanan lama kelamaan akan regresi. Berbentuk seperti buah anggur dan terletak di rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri. Ovarium merupakan tempat pematangan sel telur (ovum).

Oviduct adalah saluran yang mengubungkan ovarium dengan vagina dan juga digunakan sebagai saluran bagi spermatozoa menuju ke ovum untuk fertilisasi. Pada ayam oviduct dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

  1. Infundibulum merupakan bagian paling depan dari oviduct dengan panjang 7cm. Terjadi proses pembentukan lapisan chalaza (lapisan tipis albumin) yang akan membungkus kuning telur secara memutar sehingga discus germinalis selalu berada di bagian atas.
  2. Magnum merupakan bagian oviduct terpanjang sekitar 30cm. Fungsi dari magnum sendiri yaitu menghasilkan albumin sehingga telur nantinya memiliki dinding yang tebal dan berlipat.
  3. Isthmus bagian dari oviduct yang memiliki diameter lebih kecil daripada magnum sehingga dapat disebut sebagai penyempitan dan memiliki panjang sekitar 8 cm. isthmus membentuk dua membrane homogeny yang disebut dengan Inner Shell dan Outer Shell dimana membrane tersebut terletak di antara albumin dan kulit telur.
  4. Uterus pada ayam berupa ruangan dengan panjang 8cm. Pada uterus terjadi pembentukan kerabang telur yang merupakan lapisan cuticula dan juga terjadi deposisi kulit dan pigmen telur.
  5. Vagina merupakan bagian oviduct yang paling belakang. Vagina diakhiri dengan adanya bentukan kloaka sebagai bagian akhir dari saluran reproduksi. Vagina memiliki cincin sirkuler dengan lipatan pada permukaannya sebagai tempat menyimpan spermatozoa.
  6. Kloaka merupakan lubang buang urine dan feses yang disebut manure pada unggas serta tempat berakhirnya saluran reproduksi.
Sumber: https://slideplayer.info/slide/13561779/

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM PERNAFASAN AYAM

Bagaimana ayam bernafas? Sama tidak ya dengan manusia? Simak artikel berikut ini.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Anatomi dan fisiologi system pernafasan pada ayam memiliki perbedaan signifikan dengan hewan lain. Pada mamalia dapat kita jumpai diafragma, sedangkan pada ayam tidak. Namun, pada ayam terdapat 9 kantong udara yang terletak di daerah serviks, satu pasang di interklavikula, satu pasang di area perut, satu pasang di bagian dada depan, dan satu pasang di bagian dada belakang.

Sistem pernafasan pada ayam terdiri dari nares (lubang hidung), larynx, trachea, syrinx, bronkus, dan bronkeolus. Fungsi utama saluran pernafasan pada ayam adalah menyediakan oksigen, mengeluarkan karbondioksida, membantu pengaturan suhu tubuh. Selain itu system pernafasan juga sebagai sumber produksi suara untuk berbicara, berkicau, atau bentuk komunikasi lainnya.

Organ-organ Pernafasan Pada Ayam

  1. Nares (lubang hidung)

Untuk mengambil udara untuk bernafas, terdapat bulu-bulu halus di dalamnya yang digunakan untuk menyaring udara yang masuk.

  1. Larynx

Fungsi dari larynx antara lain: mencegah masuknya benda asing kedalam larynx, jalan masuk udara selama inspirasi, membantu dalam proses menelan, membantu mengatur tekanan intra thoracis (pintu masuk&keluarnya udara), mengatur suara.

  1. Trachea

Trachea berupa pipa terdiri dari cincin-cincin tulang rawan. Pada pangkal trachea terdapat syrinx sebelum bercabang menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri.

  1. Syrinx

Terletak pada percabangan pangkal trachea yang mana bila bergetar akan membentuk suara pada ayam. Suara terjadi saat ekspirasi, dimana syrinx berfungsi sebagai katub penjaga keseimbangan tekanan udara.

  1. Pulmo/Paru-Paru (Bronchus dan bronchioles)

Terdapat sepasang dan dilindungi oleh tulang rusuk. Ukurannya relative kecil dan tidak berlobi, berwarna merah terang. Sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.

  1. Air sac ( kantung udara )

Berfungsi untuk memertahankan volume udara yang konstan pada paru-paru dan menggerakan udara melalui paru-paru selama inspirasi dan ekspirasi.

Sumber: Illustration by Kathryn Born

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

SISTEM PENCERNAAN PADA AYAM

Dengan memahami sistem pencernaan ayam, kita akan memahami pakan apa yang sesuai, sehingga mampu meningkatkan performa ayam dengan maksimal.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Sistem saluran pencernaan pada ayam dimulai dari paruh dan berakhir di cloaca. Organ-organ sistem pencernaan dimulai dari paruh, oesophagus, tembolok (crop), proventrikulus, ampela/ventrikulus (gizzard), usus halus, usus buntu, usus besar, dan cloaca. Organ lain yang tak kalah penting untuk mendukung proses pencernaan pada ayam antara lain hati, pancreas, dan limpa.

Secara umum pencernaan ayam meliputi aspek digesti yang berlangsung pada paruh, tembolok, proventrikulus, ampela, usus halus, usus besar dan sekum. Proses absorpsi terjadi pada usus halus melalui vili-vili/jonjot usus. Pencernaan pada ayam memiliki prinsip pencernaan yang terdiri dari tiga macam, yaitu: pencernaan secara mekanik (fisik), pencernaan secara kimiawi (enzimatik), pencernaan secara mikrobiologi.

Prinsip Pencernaan Pada Ayam

  1. Pencernaan secara mekanik (fisik)

Pencernaan secara mekanik dilakukan oleh kontraksi otot polos terutama yang terdapat pada ampela (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Grit atau bebatuan banyak didapati pada ayam yang dipelihara secara lepas dibandingkan ayam yang dikandangkan.

  1. Pencernaan secara kimiawi (enzimatik)

Pencernaan enzimatik dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar saliva di mulut, enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus, enzim dari pancreas, enzim empedu dari hati, dan enzim dari usus halus. Enzim-enzim tersebut memiliki peranan sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat.

  1. Pencernaan secara mikrobiologi

Mikrobiologi dalam pencernaan unggas jumlahnya sedikit sekali dan terjadi di sekum dan kolon.

Organ-organ Pencernaan Pada Ayam

  1. Mulut

Mulut ayam terdiri dari paruh dan lidah. Ayam tidak memiliki gigi sejati sehingga bagian mulut ayam bagian atas dan bawah tersusun atas lapisan tanduk dan lidah ayam sebagai pendorong makanan agar mencapai oesophagus. Kelenjar saliva yang di dalam mulut mengeluarkan semacam mukosa sebagai pelumas makanan untuk mempermudah makanan masuk ke oesophagus.

  1. Oesophagus (tenggorokan)

Oesophagus berupa saluran memanjang seperti tabung sebagai jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok. Dinding oesophagus dilapisi selaput lendir dan terdapat gerakan peristaltic yang akan melicinkan dan mendorong makanan hingga sampai ke tembolok. Fungsi utama dari oesophagus adalah menyalurkan makanan ke tembolok (crop).

  1. Tembolok (crop)

Tembolok berbentuk seperti kantong pundi-pundi yang merupakan perbesaran dari oesophagus dimana bagian dindingnya terdapat banyak kelenjar mukosa yang menghasilkan getah untuk melunakkan makanan. Makanan akan  terhenti sejenak untuk dilunakkan karena ayam tidak memiliki gigi sejati untuk mengecilkan partikel pakan yang dimakan. Tembolok (crop) berfungsi menyimpan dan menerima makanan untuk sementara sebelum masuk ke proventrikulus.

  1. Proventrikulus

Proventrikulus disebut juga lambung kelenjar. Proventrikulus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus dan merupakan perut sejati ayam serta sebagai tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis. Dinding dari proventrikulus mensekresikan asam klorida, pepsin, dan getah lambung yang berguna untuk mencerna protein.

  1. Ampela/Ventrikulus (Gizzard)

Ampela atau gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang masuk berasal dari proventrikulus dan bagian bawah lubang pengeluaran menuju ke duodenum (usus halus). Organ ini berisi butiran-butiran batu (grit) yang berguna untuk menggiling makanan secara mekanis. Pada umumnya, ampela berwarna merah dan sedikit campuran putih pada bagian luar. Ukuran daripada ampela dipengaruhi oleh aktivitasnya, bila ayam terbiasa diberi pakan yang sudah digiling maka ampela akan lisut. Fungsi dari ampela (gizzard) adalah mencerna makanan secara mekanik dengan bantuan grit yang berada didalamnya.

  1. Usus halus

Usus halus atau usus kecil terbagi atas tiga bagian yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Pada duodenum disekresikan enzim pankreatik berupa enzim amylase, lipase, dan tripsin. Pencernaan ayam di dalam usus kecil secara enzimatik dengan berfungsinya enzim-enzim terhadap protein, lemak, dan karbohidrat. Protein akan diubah menjadi asam amino oleh pepsin dan khemotripsin, lemak akan diubah menjadi asam lemak dan gliserol oleh lipase, sedangkan karbohidrat menjadi disakarida lalu monosakarida oleh amylase. Pencernaan pada usus halus tidak menghidrolisis serat kasar, serat kasar akan langsung masuk ke organ pencernaan terakhir.

  1. Usus buntu (Ceca)

Ceca terletak diantara usus halus dan usus besar dimana kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Memiliki panjang sekitar 10-15 cm berisi calon feses atau tinja. Fungsi dari ceca belum diketahui secara jelas diketahui, tetapi didalamnya terdapat digesti sedikit serat oleh aktivitas mikroorganisme dan pencernaan karbohidrat dan protein serta absorbsi air.

  1. Usus besar

Usus besar terletak paling belakang terdiri dari rectum yang pendek dan bersambungan dengan cloaca berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali lipat dari diameter usus halus atau usus kecil. Pada usus besar terjadi reabsorbsi air untuk meningkatkan kandungan air pada sel tubuh dan mengatur keseimbangan air pada ayam.

  1. Cloaca

Cloaca merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan dan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin, dan muara saluran reproduksi. Pada cloaca terdapat tiga muara saluran pelepasan yaitu urodeum sebagai muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran makanan, dan proctodeum sebagai lubang keluar yang berhubungan dengan udara luar. Bagian terluar dari cloaca disebut vent yang pada betina lebih lebar dibanding jantan, karena untuk tempat keluarnya telur.

Organ Lain Sistem Pencernaan Ayam

Organ tambahan dalam sistem pencernaan memiliki hubungan dengan saluran pencernaan karena adanya suatu duktus atau saluran untuk mengeskresikan material dari organ tambahan ke saluran pencernaan. Organ-organ tambahan dalam sistem pencernaan antara lain:

  1. Hati : hati terletak diantara ampela dan empedu, berwarna kemerahan terdiri dari dua lobus. Hati mengeluarkan cairan berwarna hijau kekuningan yang memiliki peran dalam mengelmusikan lemak. Hati juga menyimpan energi siap pakai dan menguraikan hasil sisa protein menjadi asam urat yang dikeluarkan melalui ginjal.
  2. Pankreas : pancreas terletak di lipatan duodenum. Pankreas dapat mensekresikan cairan pancreas ke duodenum dan menghasilkan enzim yang mendigesti karbohirdat, lemak, dan protein.
  3. Limpa : limpa berbentuk agak bulat, berwarna kecoklatan dan terletak diantara proventrikulus, ampela, dan hati. Limpa diduga sebagai tempat memecah sel darah merah dan untuk menyimpan Fe (besi) dalam darah.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

ANATOMI DAN MORFOLOGI AYAM

Tak kenal maka tak sayang. Sudahkah anda mengenali ternak anda? Yuk kenali ternakmu, agar lebih mengerti! Bagaimana sih ayam itu?

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Ayam kampung yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh Nusantara bermula dari generasi pertama yaitu keturunan dari ayam hutan merah. Jenis ayam kampung telah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai. Setelah adanya program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam local unggul dan saat ini dikenal sebagai ras unggul ayam kampung sedangkan ayam kampung dikenal sebagai ayam bukan ras alias ayam “buras”. Selain ayam kampung, ada pula ayam yang hasilnya sering kita jumpai dan kita konsumi, yaitu ayam layer (ayam petelur) dan ayam broiler (ayam pedaging).

Ayam layer dan broiler sama-sama merupakan hasil dari persilangan bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktifitas telur dan daging yang baik dan tinggi. Mutu genetik yang baik akan muncul bila diberi dukungan berupa faktor lingkungan, faktor pakan, faktor pemeliharaan yang baik pula. Perlu untuk mengetahui manajemeen peternakan yang baik mulai dari pemilihan lingkungan kandang, kualitas pakan, sistem perkandangan yang baik serta program pencegahan dan perawatan kesehatan ternak yang baik.

Di Indonesia, ayam tergolong hewan ternak dengan tingkat pemanfaatan bagian tubuh yang tinggi karena hamper semua bagian tubuh ayam digunakan baik untuk dikonsumsi secara langsung maupun bahan baku produk lanjutan. Seperti yang kita tahu, mulai dari bulu yang dapat dimanfaatkan untuk kemoceng, kulit, daging, dan jerohan kebanyakan untuk dikonsumsi oleh masyarakat, hingga tulang yang dapat digunakan untuk bahan baku tepung tulang yang dapat digunakan untuk pakan ternak.

Secara garis besar berikut adalah anatomi dan morfologi ayam:

Dimulai dari bagian luar ayam terdiri dari kepala, leher dimana terdapat paruh, jengger, cuping, dan pial. Di bagian depan tubuh ayam terdapat dada dan sayap. Lalu di bagian belakang terdapat punggung, perut, paha, betis, ekor, cakar atau kaki. Masing-masing dari bagian-bagian ayam memiliki fungsi tersendiri bagi ayam tersebut. Selaniutnya di bagian dalam dari ayam terdapat beberapa sistem, antaralain sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem saraf, dan sistem urogenital. Disamping sistem-sistem tersebut, ayam juga memiliki sistem kekebalan tubuh yaitu pada organ thymus dan bursa fabricius.

Bulu dan kulit ayam berfungsi sebagai alat pelindung tubuh dari mikroorganisme yang akan masuk ke dalam tubuh juga sebagai pengatur suhu tubuh. Bulu ayam dapat juga sebagai indikator produksi telur pada ayam layer, dimana bila bulu ayam terlihat penuh dan mengkilat dapat dikatakan ayam tersebut berproduksi dengan baik namun bila banyak bulu yang patah atau rontok dapat dikatakan ayam tersebut sedang tidak berproduksi atau sedang mengalami molting. Warna dari kulit ayam terbentuk karena adanya pigmen. Pada paruh, jari, dan taji tersusun atas keratin dan bagian bawah cakar ayam tertutup oleh sisik.

Sistem pernafasan pada ayam terdiri dari lubang hidung (nares), larynx, syrinx, trachea, paru (bronchus dan bronchioles). Lubang hidung pada ayam terdapat di pangkal atas daripada paruh. Beberapa gejala penyakit ayam dapat terlihat dari ada atau tidaknya lender yang keluar dari lubang hidung. Organ lain pada sistem pernafasan juga dapat menunjukkan gejala klinis suatu penyakit, misalnya trachea yang mengalami peradangan atau terdapatnya bintik-bintik darah.

Berbeda dengan ruminansia (sapi, kerbau, dan kambing) yang memiliki lambung majemuk, ayam termasuk golongan aves atau unggas dimana sistem pencernaan dari ayam tergolong dalam hewan monogastrik atau berlambung tunggal. Sistem pencernaan pada ayam antara lain paruh, oesophagus, tembolok (crop), proventrikulus, ampela/ventrikulus (gizzard), usus halus, usus buntu, dan berakhir di kloaka. Selain organ-organ tersebut hati, pancreas, dan limpa juga berperan penting pada sistem pencernaan ayam.

Ayam bereproduksi dengan bertelur sehingga terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan jenis kelaminnya. Sistem reproduksi ayam betina terdiri dari ovarium dan oviduct sedangkan sistem reproduksi jantan terdiri dari testis, epididymis, ductus deferens, dan phallus sebagai penis dari ayam. Kopulasi yang dilakukan oleh ayam disebut kloakal kiss dimana phallus dari ayam jantan akan menempel pada sulcus (celah) bernama corpus phallic yang terdapat pada daerah kloaka ayam betina.

Ayam hanya memiliki satu lubang untuk membuang air besar dan kecil. Karena sistem urogenital dari hanya terdiri dari ginjal, ureter, dan bermuara di urodeum dan berakhir di kloaka.

Setiap hal yang dilakukan oleh ayam dikontrol oleh sistem saraf yang tidak kalah penting dari sistem-sistem lainnya. Sistem saraf pada unggas merupakan satu kesatuan yang dapat mengontrol semua fungsi pada tubuh. Sistem saraf pada unggas dibagi menjadi dua yaitu somatic dan otonom.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI