Hubungan  pencahayaan dengan tingkat perkembangbiakan organ reproduksi ayam

Hubungan  pencahayaan dengan tingkat perkembangbiakan organ reproduksi ayam

Selain sebagai penerangan dan penghangat, Pencahayaan memiliki hubungan terhadap proses perkembangbiakan organ reproduksi ayam di masa produksi. Pencahayaan dengan intensitas yang sesuai, dapat berkorelasi terhadap pencapaian produksi yang optimal.

Bagaimana caranya?

Cahaya dapat merangsang kelenjar Hipotalamus, yang terletak di pangkal otak untuk memerintahkan kelenjar hipofisis mengeluarkan hormon FSH dan LH. FSH atau Folicle Stimulating Hormone  berfungsi untuk mematangkan sel telur (ovum) sedangkan LH atau Luteinizing Hormone berfungsi menyegerakan sel telur bergerak menuju saluran telur untuk segera di ovulasi kan

Bagaimana menghitung jumlah lampu pada kandang ayam petelur?

Untuk menghasilkan produktifitas maksimal, jumlah lampu untuk pencahayaan harus merata. distribusi lampu yang tidak merata dapat menyebabkan stimulasi cahaya antar ayam menjadi tidak sama dan berdampak pada produksi telur dalam satu kandang yang tidak seragam.

Bagaimana cara menghitungnya?

Nilai Lux dan Lumen bisa dilihat di kemasan box lampu pijar. Umumnya, untuk lampu pijar 15 watt memiliki nilai Lux sebesar 40 lux dan nilai Lumen sebesar 1030 lm.

Misal luas kandang  6×40 meter atau 240 m2, maka

Jumlah Lampu =

= 16 lampu

Tentang Jerami Padi

Jerami padi merupakan produk samping tanaman padi yang tersedia dalam jumlah relatif banyak. Ketersediaan jerami padi yang cukup melimpah merupakan peluang untuk dimanfaatkan sebagai pakan sumber energi bagi ternak ruminansia.  Yang dijadikan pakan ternak pada jerami padi adalah bagian batang tumbuh yang setelah dipanen bulir-bulir buah bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit.

Jerami padi di Indonesia 36 – 62 % dibakar atau dikembalikan ke tanah sebagai kompos, untuk pakan ternak berkisar 31 – 39 %, sedangkan sisanya 7 – 16 % digunakan untuk keperluan industry. Beberapa jenis jerami padi setiap tahunnya tersedia dalam jumlah yang cukup berlimpah setelah panen dilaksanakan. Tetapi jerami padi ini miskin akan kandungan zat gizi, tercermin dengan rendahnya daya cerna, kandungan serat kasar tinggi, dan sangat rendah protein.

Sifat dari jerami padi memiliki beberapa kandungan serat kasar yang tinggi, kurang palatabel, dan sifat amba yang tinggi. Menurut penelitian jerami padi mengandung 84,22% bahan kering (BK), 4,60% protein kasar (PK), 28,86% serat kasar (SK), 1,52% lemak kasar (LK), 50,80% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Tingginya kandungan lignin dan silika pada jerami padi menyebabkan daya cernanya menjadi rendah dan mempunyai kandungan mencapai 7,46% dan 11,45%. Kandungan nutrisi jerami padi berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh umur panen, jenis padi serta lokasi.

Sebelum jerami padi diberikan kepada ternak sebaiknya dilakukan proses fermentasi terlebih dahulu. Proses fermentasi jerami padi dengan menggunakan urea dan probiotik yang diperam selama 21 hari. yang dikembangkan oleh Haryanto (2003) yaitu dengan menggunakan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea dengan 1000 kg dan diperam selama 21 hari mampu meningkatkan kandungan protein kasar dari 3% menjadi 7% dan meningkatkan daya cerna dari 28-30% menjadi 50-55%. Ditambahkan oleh Utomo (2004) jerami padi hasil fermentasi mengandung PK sebesar 7,16% lebih tinggi dari pada PK jerami padi yang tidak terfermentasi yakni 5,72%. Selama proses fermentasi telah terjadi perombakan karbohidrat terstruktur dan karbohidrat non struktur terbukti oleh turunnya kandungan SK pada jerami padi fermentasi sebesar 30,90% dari kandungan SK jerami padi tidak terfermentasi sebesar 32,56% (Utomo, 2004). Jerami padi fermentasi mengandung 79,1% BK, 7,7% PK, 32,2% SK, 2,4% LK, dan 54,6% TDN (Agus et al., 2005). Ditambahkan oleh Mahendri et al. (2006) bahwa pemberian jerami padi fermentasi yang ditambah dengan konsentrat pada sapi PO mampu meningkatkan bobot badan harian 1,02 kg/ekor/hari.

Amonia, bagaimana menghadapinya?

Amonia masih menjadi penyebab berbagai masalah di peternakan ayam, amonia menjadi penyebab bau di kandang serta dapat memicu penyakit pernafasan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Bau pada kandang berkaitan erat dengan unsur nitrogen dan sulfur yang terkandung pada feses ayam. Bau pada kandang timbul karena adanya proses dekomposisi/penguraian feses oleh mikroorganisme yang membentuk gas amonia (NH3), nitrat (NO3), nitrit (NO2) serta gas sulfida (H2S).

Selain bau di kandang amonia juga dapat menyebabkan :

  • tekanan gas O2 dalam udara menurun, akibat gas amonia yang berikatan dengan CO2 di udara sehingga ayam mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Kondisi ini menyebabkan Akibatnya ayam mudah terserang CRD (ngorok).
  • Nitrogen yang terkandung dalam amonia mengundang lalat masuk ke kandang.

Kadar amonia yang dapat menimbulkan masalah di kandang

Kadar amonia

(ppm)

Gejala/pengaruh yang ditimbulkan
5Kadar paling rendah yang tercium baunya
6Mulai timbul iritasi pada mukosa dan saluran pernafasan
11Penurunan produktifitas ayam
25Kadar maksimum yang dapat ditolerir selama 8 jam
35Kadar maksimum yang dapat ditolerir selama 10 menit
40Mulai menyebabkan sakit kepala, mual dan hilang nafsu makan pada manusia
50Penurunan produktivitas ayam secara drastis serta terjadi pembengkakan bursa fabrisius

Sumber : Setiawan (1996)

Bagaimana mencegahnya?

  • Atur kepadatan kandang, dimana kepadatan ayam yang ideal adalah 15 kg/m2atau setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging dan 12-14 ekor ayam petelur grower (pullet) per m2-nya
  • Mengatur sirkulasi udara dalam kandang, dengan manajemen buka tutuptirai
  • Menghindari sekam basah dengan penggantian secara rutin atau menambah kapur
  • Mengatur jarak kandang serta Buang feses secara rutin

Mengenal Organ Diverticulum Meckel pada Ayam

Divertikulum Meckel / Meckel’s Diverticulum adalah organ pada usus halus yang terletak diantara jejunum dan ileum. Organ ini terbentuk akibat dari kuning telur yang tidak terserap. Divertikulum Meckel termasuk organ limfoid sekunder, serta termasuk kedalam Gut Associated Lymphoid Tissue (GALT), yang menjadi bagian dari sistem kekebalan pada usus.

 

Divertikulum Meckel ditemukan oleh ahli anatomi Jerman Johann Friedrich Meckel, yang menggambarkan fitur embriologis dan patologis pada tahun 1809 (Meckel, 1809).

Pada Divertikulum Meckel, persentase sel T dan B masing-masing adalah 20 % dan 80% (El-Khayat, 2015). Divertikulum Meckel memiliki fungsi ganda, yaitu memberi nutrisi pada embrio ayam (sebagai perantara nutrisi kuning telur kepada embrio) pada fase awal/starter dan bertindak sebagai organ kekebalan saat fase pertumbuhan.

Selain pada ayam, berikut karakteristik Divertikulum Meckel pada berbagai spesies hewan serta manusia

ParameterPanjangBentukReferensi
Kuda12-15 cm

 

Berbentuk seperti kerucut atau bulatCohrs, 1966; Sprinkle et al.,

1984; Jubb et al., 1993

Babi5-30 cmBerbentuk seperti tabungJubb et al., 1993
Ayam±1.25 cmBerbentuk koma atau kerucut atau kacangCohrs,   1966;    Getty,    1975;

Igbokwe and Abah, 2009, Gofur et al., 2009

Bebek6.92 ± 0.89 mmBerbentuk kacangMohammadpour, 2006
Manusia3-6 cmBerbentuk seperti kantung kecilMoore et al., 2013
Tikus0.8 cm  Berbentuk sakular  (penonjolan) Gupta., 1973

SAMBER : Meckel’s diverticulum in animals and birds: An immuno-pathoclinical perspective., Bangladesh Journal of Veterinary Medicine, October 2020

Mengenal organ Magnum pada Saluran Reproduksi Ayam

Magnum merupkan Bagian terbesar dari saluran telur. Magnum berperan dalam pembentukan albumen  atau “putih telur”. Albumen mengisi sekitar 60% dari keseluruhan telur

Bagian albumen telur yang mengelilingi kuning telur terdiri atas empat lapisan  yaitu outer thin, outer thick, inner thin dan inner thick

Telur yang berkualitas baik  identik dengan albumen yang padat. Albumen yang  encer bisa terjadi akibat  telur sudah terlalu lama disimpan

Tinggi albumen juga digunakan untuk mengukur Haugh Unit, salah satu parameter kualitas telur yang baik. Nilai tinggi albumen diketahui dari jarak antara tepi kuning telur dan albumen. Diukur menggunakan perangkat sensor elektronik.

Telur dengan nilai albumen yang tinggi dan nilai Haugh Unit yang tinggi dapat disimpan lebih lama serta kesegarannya juga bertahan lebih lama (HyLine, 2020)

Beberapa penyakit yang menyerang sistem reproduksi dan saluran telur seperti IB, AI, ND, EDS serta stress juga dapat mengakibatkan albumen menjadi encer sehingga mengakibatkan ukuran telur menjadi kecil

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Pencampuran Pakan

 

Kunci keberhasilan dalam pencampuran pakan terletak pada homogenitas pakan hasil pencampuran. Oleh karena itu, terdapat beberapa titik kritis yang perlu diperhatikan guna menghasilkan campuran yang homogen, yaitu :

  • Ukuran partikel

Ukuran partikel pakan yang berbeda-beda mengurangi kemungkinan tercampurnya bahan baku secara merata dan menyebabkan campuran pakan terpisah kembali setelah sebelumnya tercampur. Mixer mempunyai ambang batas dimana bahan dengan ukuran yang kecil tidak dapat tercampur dalam ransum. Solusinya adalah mengecilkan ukuran bahan pakan supaya partikelnya dapat tersebar secara acak dan merata. Disamping itu, menurut Herrman and Behnke (1994), meningkatkan kecepatan putaran mixer dapat mempercepat penyebaran partikel bahan pakan, sehingga hasil pencampuran lebih merata.

  • Urutan memasukkan bahan baku

Urutan memasukkan bahan menentukan penyebaran bahan baku selama pencampuran. Bahan pakan yang memiliki partikel sangat kecil dan jumlahnya sedikit misalnya premix dilakukan pencampuran pendahuluan (pre- mixing) supaya merata (Putri dkk., 2017). Contohnya, premix 2 kg yang akan dicampur dengan 100 kg bahan pakan, sebelumnya dicampurkan terlebih dahulu dengan 10 kg bahan pakan dengan jumlah terbesar.

  • Kapasitas pengisian mixer

Kapasitas pengisian bahan baku ke dalam mixer mempengaruhi hasil pencampuran. Pengisian yang terlalu penuh dapat menghambat proses pencampuran pada bagian atas mixer (Suparjo, 2010). Pencampuran akan berjalan efisien jika mixer diisi 60-90% dari kapasitasnya.

  • Durasi Pencampuran

Sesuaikan durasi pencampuran pakan. Durasi ditingkatkan sejalan dengan meningkatnya level bahan cair di dalam campuran, sebab campuran akan menjadi lebih kental dan memperlambat aliran pakan di dalam mixer. Hal tersebut berisiko menimbulkan lapisan-lapisan pada bagian sisi dan screw mixer, sehingga efisiensi pencampuran menurun dan berisiko mengontaminasi batch selanjutnya. Sebaliknya, durasi mixing yang terlalu lama dapat memungkinkan terjadinya segresi (pemisahan partikel).

Potong Paruh (debeaking) pada ayam layer

Potong Paruh (debeaking) pada ayam layer

 

Tujuan dari potong paruh (debeaking)

  • Mengurangi kemungkinan terjadinya kanibalisme
  • Meningkatkan Efisiensi pakan, karena apabila paruh dibiarkan panjang (runcing) akan mengakibatkan pakan tercecer karena kesulitan mematuk pakan.  Selain itu ayam akan lebih memilih ransum yang butiran dan ransum yang lebih halus akan tidak dimakan

Metode Debeaking

Terdapat dua metoda debeaking yaitu

  • Block debeaking, yaitu pemotongan yang dilakukan memberikan hasil paruh bagian atas sama panjangnya dengan bagian bawah.
  • Conventional debeaking, yaitu pemotongan yang dilakukan memberikan hasil paruh bagian atas lebih pendek dari pada bagian bawah

Waktu yang tepat untuk debeaking

  • saat ayam berumur +- 8-10 hari
  • dapat diulang pada masa perkembangan (grower) apabila paruh sudah panjang kembali, yaitu pada umur 9 – 10 minggu

 

hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan debeaking :

  • ayam harus dalam kondisi sehat
  • sediakan pakan dan air minum yang berkualitas baik
  • tindakan potong paruh akan mengakibatkan stress, sehingga dapat diberikan multivitamin anti stress/ vitamin peningkat daya tahan sebelum dan sesudah nya

 

Rolling reaction pada ayam yang di vaksinasi

 

Rolling reaction adalah reaksi post/setelah vaksinasi yang berkepanjangan, walaupun sudah diobati namun tidak sembuh.  terutama setelah divaksinasi dengan vaksin live / aktif.

Reaksi post vaksinasi yang ditimbulkan umumnya adalah penyakit pernafasan seperti ngorok/CRD dan mata berair

Normalnya reaksi post vaksinasi akan sembuh setelah 3 hari

Apa sebabnya?

 

Rolling reaction terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan vaksinasi yang kurang tepat, seperti dosis yang tidak seragam. Ayam yang memiliki dosis vaksin rendah seolah olah mengalami vaksin ganda akibat shedding virus ke lingkungan

Bagaimana mencegahnya?

Cara mencegahnya adalah memastikan dosis vaksin seragam pada seluruh ayam dan melakukan vaksinasi pada  satu kandang secara bersamaan dalam satu hari. Terapi supportif dengan multivitamin pencegah stress juga dapat diberikan

 

Pemberian Premix pada ayam layer

Tatacara pengiriman dan penyimpanan ransum yang kurang tepat serta fenomena global warming (pemanasan global) seringkali menjadi penyebab penurunan nutrisi mikro yang sangat penting (essential micro nutrient) seperti vitamin yang sangat sensitif terhadap suhu, cahaya dan kelembaban.

Biji-bijian juga sangat beresiko tinggi terkontaminasi oleh mikotoksin. Adanya kontaminasi mikotoksin dapat mengakibatkan penurunan produksi telur, baik secara kualitatif dan kuantitatif. Kasus “blood spot” dapat dipicu karena aflatoksin. Kualitas kerabang telur juga menurun karena aflatoksin akan menghambat konversi vitamin D3 yang terkandung dalam pakan menjadi bentuk aktif

Pakan jadi tidak lengkap jika tidak ada vitamin dan mineral tambahan. Sebagian besar bahan pakan (biasanya nabati) kaya akan protein dan energi, tetapi kekurangan unsur mineral atau vitamin tertentu.

Premix harus ditambahkan ke dalam makanan unggas untuk mencapai tingkat vitamin dan mineral yang cukup dan mencegah unggas kekurangan gizi/malnutrisi

Keunggulan Mix Master Layer Premium Quality

  1. Mengandung Nano Meniran

Nano meniran merupakan tumbuhan herbal dengan kandungan flavonoid yang efektif sebagai pengganti antibiotic. Pemberian nano meniran dapat meeningkatkan konsumsi pakan dan produksi telur serta menurunkan FCR (Hidanah et al., 2019)

  1. Mengoptimalkan daya tahan tubuh terhadap Serangan Penyakit

Vitamin A, E serta mineral Selenium  dalam Mix Master Layer PQ berperan sebagai antioksidan dapat mempercepat proses penyembuhan ayam setelah sakit. Selain itu, tambahan vitamin C dalam premiks dapat meningkatkan daya tahan ayam terhadap stres dan penyakit sehingga respon terhadap vaksinasi lebih optimal. Kandungan vitamin D dapat memperbaiki penyerapan kalsium untuk membentuk kerabang telur yang berkualitas, serta sodium bicarbonate berfungsi untuk mengoptimalkan kualitas kerabang, terlebih saat kondisi panas.

  1. Kecernaan Pakan Meningkat

Mix Master Layer PQ mengandung enzim fitase yang dapat meningkatkan kecernaan mineral (fosfor, kalsium, zinc, dan lain-lain), protein dan karbohidrat. Kandungan enzim fitase dalam Mix Master Layer Premium Quality dapat memecah fosfor yang terikat oleh asam fitat sehingga pemanfaatan fosfor untuk pembentukan kerabang telur dapat lebih optimal

  1. Mengandung mineral organik

Mineral organik yaitu zat mineral yang berikatan (chelate) dengan molekul organik, yang umumnya berasal dari tanaman. Mineral organik mempunyai ikatan yang lebih kuat dibanding dengan gmineral anorganik, sehingga tidak mudah terionisasi dalam saluran pencernaan. Hal ini berdampak pada ketersediaan mineral organik yang lebih tahan lama pada tubuh ayam sehingga kebutuhan nutrisi mineral terpenuhi.

Bagaimana pengendalian cacing Pada Ayam Layer ?

Cacing seringkali menimbulkan permasalahan produktivitas. Layer yang terkena cacingan akan mengalami penurunan kualitas dan kuantitas telur 2-10 % karena kehilangan nutrisi akibat dari adanya cacing di saluran pencernaan. Bahkan cacing juga menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sehingga tak jarang kejadiannya dibarengi dengan penyakit lain. Ayam yang mengalami cacingan menunjukkan gejala nafsu makan berkurang, berat badan turun, kotoran basah/encer, bulu terlihat pucat dan kusut.

Bagaimana ayam terkena Cacingan

Cacingan erat hubungannya dengan vektor (pembawa) yaitu lalat. Terutama cacing pita (cestoda). Lalat membawa telur cacing kemudian mencemari pakan, kemudian termakan oleh ayam dan cacing berkembang biak di dalam tubuh ayam

Kapan ayam rawan terkena cacingan?

Musim hujan menjadi musim yang paling rawan. Musim hujan merupakan saat yang pas untuk lalat berkembang biak dan membawa telur-telur cacing ke dalam pakan ayam sehingga penyakit cacingan paling banyak menyerang ayam pada awal hingga akhir musim penghujan (Majalah Trobos Edisi April 2019).

Cara mengatasi cacingan

Pemberian obat cacing spektrum luas, dengan kandungan Niclosamid dan Levamisole yang mampu mengatasi infeksi cacing pita dan cacing gilik sekaligus, menggunakan CETA LV PLUS