MACAM-MACAM PARASIT PADA AYAM

Parasit adalah organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain yang disebut inang.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Parasit dibedakan  menjadi dua berdasarkan tempat hidupnya di tubuh inang, yaitu ektoparasit dan endoparasit.

  • Ektoparasit adalah parasit yang berada di luar tubuh inangnya antara lain dari kelas insekta (kutu, pinjal, lalat, dan nyamuk) dan kelas arachida (caplak dan tungau).
  • Endoparasit merupakan parasit yang ditemukan di dalam tubuh atau organ inangnya. Endoparasit terdiri dari helminth (cacing) dan protozoa.

Berdasarkan sifat hidupnya, parasit dibedakan menjadi dua macam yaitu parasit obligat dan fakultatif. Parasit obligat seluruh siklus hidup dari parasit tersebut bergantung pada hospes (inang) sedangkan parasit fakultatif apabila parasit tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada hospes, dalam artian masih dapat hidup meskipun di luar tubuh hospes misalnya nyamuk dan lalat.

Parasit akan merugikan inangnya, karena akan merebut nutrisi makanan yang masuk, menghisap darah, cairan getah bening atau eksudat, merusak jaringan tubuh, menimbulkan radang, membuka jalan untuk agen pathogen lain, menghasilkan berbagai substansi yang bersifat toksik atau beracun sehingg dapat menimbulkan reaksi alergi serta dapat menimbulkan penyumbatan secara mekanis.

Ektoparasit

  • Kutu

Kutu adalah insekta yang memiliki tubuh pipih dengan bagian tubuh yaitu kepala, thoraks (dada) dan perut. Kutu memiliki 3 pasang kaki, tidak bersayap, bersifat hospes spesifik yang artinya hanya hidup pada hospes tertentu dan umumnya juga ditemukan di daerah tertentu.

Pada ayam sering dijumpai pada bulu ayam dan mungkin ditemukan di area bawah sayap, leher, sekitar perut, dan kloaka. Telur kutu biasanya terkumpul pada pangkal bulu.

Kutu dapat dibedakan menjadi dua antara lain, (1) kutu penggigit (bitting lice) yang mempunyai kepala besar dan melebar, memakan epidermis kulit, remukan bulu, kerak kulit, dan sedimen yang mengering, dan (2) kutu penghisap (sucking lice) dengan bentuk kepala kecil dan meruncing, biasanya akan menyerap darah atau cairan limfe. Pada ayam ditemui kutu golongan Mallophaga (kutu pengunyah) dan kutu penghisap.

Menopon gallinae
Goniocotes gallinae
Menachantus stramineus
Lipeurus caponis

Infestasi kutu biasanya bersama dengan kasus lainnya; misalnya cacingan, penyakit infeksi akibat bakteri atau virus, penyakit metabolic (kekurangan nutrisi) dan kurangnya sanitasi lingkungan kandang.

  • Tungau

Tungau tergolong dalam satu ordo bersama dengan caplak namun berbeda dengan kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil.

Bagian tubuh tungau terdiri dari kepala yang bergabung dengan dada (cephalo-thorax) dan bagian perut. Tungau dapat berlari dengan cepat pada tubuh ayam khususnya bagian dada dan perut.

Tungau yang menghisap darah ayam lebih aktif saat malam hari dan jarang ditemukan pada siang hari. Tungau hidup di lingkungan sekitar ayam yaitu pada dinding kandang, lantai kandang, dan celah-celah kayu kandang.

Dermanyssus gallinae
Megnina sp.
Falculifer sp.
Knemidocoptes sp.
  • Caplak

Caplak termasuk ke dalam ordo Acarina sama halnya dengan tungau. Caplak yang sering menyerang unggas termasuk dalam family Argasidae.

Caplak memiliki tubuh yang lunak, hidup di daerah tropis dan menyerang ayam-ayam yang dipelihara dalam kandang panggung atau di atas litter. Pada peternakan modern jarang ditemukan kasus infestasi caplak namun bila penerapan biosecurity-nya kurang maka bisa saja caplak menyerang.

Bagian tubuh yang paling disukai yaitu di bawah sayap dan cenderung menyerang pada malam hari. Biasanya pada unggas terserang terdapat bercak-bercak perdarahan.

Argas persicus
  • Pinjal

     

    Pinjal memiliki kaki yang panjang untuk meloncat termasuk dalam ordo Siphonaptera. Tubuh pinjal pipih pada sisi samping dan berwarna coklat kehitaman. Pinjal tidak memiliki sayap, tanpa mata majemuk, memiliki antenna pendek dan mulut yang digunakan untuk menusuk dan menghisap.

    Pinjal merupakan ektoparasit yang bersifat semi-obligat karena tidak seluruh siklus hidupnya berada pada tubuh ayam. Pinjal mengalami metamorphosis sempurna dan bersifat parasit dalam stadium dewasa dan hidup bebas pada stadium larva. Pinjal dewasa akan melekat pada tubuh inang dan menghisap darah serta dapat membenamkan kepalanya ke lapisan dalam kulit.

    Pinjal dewasa memiliki kemampuan menermpel dengan erat pada tubuh inangnya (ayam) sehingga sulit untuk lepas dan kemampuan menghisap darahnya lebih kuat dibandingkan dengan kutu penghisap.

Echidnophaga gallinacea

Endoparasit

Endoparasit merupakan parasit yang hidup dalam tubuh inang, umumnya berupa jenis cacing, protozoa, bakteri, virus, dan arthropoda.

Ayam yang terinfeksi endoparasit memliki gejala seperti lesu, pucat, kondisi tubuh menurun bahkan kematian. Endoparasit dapat menghambat pertumbuhan dan berpengaruh pada turunnya produksi ayam.

Parasit yang berada pada tubuh suatu ternak dapat menyebabkan kerusakan organ ternak tersebut dan ayam yang terserang penyakit juga dapat mengalami penurunan berat badan.

Penularan endoparasit pada ternak umumnya melalui makanan atau kondisi wadah yang kurang bersih serta melalui air dan peralatan yang digunakan pada proses pemeliharaan ternak.

  • Cacing pada Ayam

Cacing yang ditemukan pada ayam terdapat mulai dari kelas nematoda (cacing gilig), cestode (cacing pita), trematoda (cacing daun). Pada umumnya cacing –cacing yang menginfeksi ayam memiliki habitat dan inang perantara sehingga dapat menginfeksi ayam. Cacing lebih sering menyerang saluran pencernaan, namun tidak dipungkiri pada ayam cacing juga dapat menyerang saluran pernafasan dan organ mata.

Helminthiasis (cacingan) adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit berupa cacing. Serangan helminth biasanya tidak menunjukkan gejala klinis dan jarang menimbulkan kematian. Namun bila dilihat dari sisi ekonomis, helminthiasis memiliki dampak yang cukup kuat karena ayam akan mengalami penurunan berat badan, penurunan produksi telur pada ayam petelur mencapai 5-20%, lalu penurunan kondisi ayam bilamana kondisi tubuh diakhiri dengan kematian bila tidak segera diobati.

Terdapat tiga kelas cacing pada ayam, antara lain:

  • Nematoda

Cacing nematoda mempunyai ciri khas bentuk tubuh yang bulat menyerupai lidi dan tidak bersegmen. Ukuran cacing nematoda dewasa bervariasi tergantung pada spesies cacing tersebut.

Beberapa nematoda pada ayam antara lain: Capillaria annulate, Gongylonema ingluvicola, Ascaridia galli, Tetrameres americana, Heterakis gallinarum, Syngamus trachea, Oxyspirura mansoni, dan lain-lain.

  • Cestoda

Cestoda merupakan kelas cacing dengan ciri khas cacing yang menyerupai pita sehingga sering juga disebut cacing pita. Umumnya cacing kelas cestode berwarna putih dan tubuhnya bersegmen. Cestode dapat menginfeksi sejak bentuk larva dan ukuran dari cacing cestode bervariasi tergantung pada stadium cacing dan spesiesnya.

Cestoda yang paling sering menginfeksi ayam yaitu Raillietina sp.

  • Trematoda

Trematoda mempunyai ciri khas yaitu bentuk tubuh yang menyerupai daun. Jarang ditemukan untuk kelas trematoda menginfeksi ayam.

Salah satu spesies trematoda yang sering menginfeksi ayam adalah Echinostoma revolutum. Cacing ini hidup di rectum dan sekum ayam. Akan menginfeksi ayam melalui inang perantara yaitu siput.

  • Protozoa

Protozoa adalah organisme satu sel dengan bagian-bagian sel yang lengkap. Protozoa selain dapat menyebabkan penyakit pada ayam (hewan) juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia Cara makan ayam yang bersifat omnivore meningkatkan kemungkinan masuknya parasit ke dalam tubuh ayam. Ada atau tidaknya protozoa dalam tubuh ayam menentukan kelayakan ayam tersebut untuk dikonsumsi.

Protozoa yang bersifat parasit pada ayam antara lain Leucocytozoon sp., Plasmodium sp., Histomonas melegridis dan beberapa spesies dari Eimeria yang sangat terkenal menyerang ayam.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *