SISTEM PENCERNAAN PADA AYAM

Dengan memahami sistem pencernaan ayam, kita akan memahami pakan apa yang sesuai, sehingga mampu meningkatkan performa ayam dengan maksimal.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Sistem saluran pencernaan pada ayam dimulai dari paruh dan berakhir di cloaca. Organ-organ sistem pencernaan dimulai dari paruh, oesophagus, tembolok (crop), proventrikulus, ampela/ventrikulus (gizzard), usus halus, usus buntu, usus besar, dan cloaca. Organ lain yang tak kalah penting untuk mendukung proses pencernaan pada ayam antara lain hati, pancreas, dan limpa.

Secara umum pencernaan ayam meliputi aspek digesti yang berlangsung pada paruh, tembolok, proventrikulus, ampela, usus halus, usus besar dan sekum. Proses absorpsi terjadi pada usus halus melalui vili-vili/jonjot usus. Pencernaan pada ayam memiliki prinsip pencernaan yang terdiri dari tiga macam, yaitu: pencernaan secara mekanik (fisik), pencernaan secara kimiawi (enzimatik), pencernaan secara mikrobiologi.

Prinsip Pencernaan Pada Ayam

  1. Pencernaan secara mekanik (fisik)

Pencernaan secara mekanik dilakukan oleh kontraksi otot polos terutama yang terdapat pada ampela (gizzard) yang dibantu oleh bebatuan (grit). Grit atau bebatuan banyak didapati pada ayam yang dipelihara secara lepas dibandingkan ayam yang dikandangkan.

  1. Pencernaan secara kimiawi (enzimatik)

Pencernaan enzimatik dilakukan oleh enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar saliva di mulut, enzim yang dihasilkan oleh proventrikulus, enzim dari pancreas, enzim empedu dari hati, dan enzim dari usus halus. Enzim-enzim tersebut memiliki peranan sebagai pemecah ikatan protein, lemak, dan karbohidrat.

  1. Pencernaan secara mikrobiologi

Mikrobiologi dalam pencernaan unggas jumlahnya sedikit sekali dan terjadi di sekum dan kolon.

Organ-organ Pencernaan Pada Ayam

  1. Mulut

Mulut ayam terdiri dari paruh dan lidah. Ayam tidak memiliki gigi sejati sehingga bagian mulut ayam bagian atas dan bawah tersusun atas lapisan tanduk dan lidah ayam sebagai pendorong makanan agar mencapai oesophagus. Kelenjar saliva yang di dalam mulut mengeluarkan semacam mukosa sebagai pelumas makanan untuk mempermudah makanan masuk ke oesophagus.

  1. Oesophagus (tenggorokan)

Oesophagus berupa saluran memanjang seperti tabung sebagai jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok. Dinding oesophagus dilapisi selaput lendir dan terdapat gerakan peristaltic yang akan melicinkan dan mendorong makanan hingga sampai ke tembolok. Fungsi utama dari oesophagus adalah menyalurkan makanan ke tembolok (crop).

  1. Tembolok (crop)

Tembolok berbentuk seperti kantong pundi-pundi yang merupakan perbesaran dari oesophagus dimana bagian dindingnya terdapat banyak kelenjar mukosa yang menghasilkan getah untuk melunakkan makanan. Makanan akanĀ  terhenti sejenak untuk dilunakkan karena ayam tidak memiliki gigi sejati untuk mengecilkan partikel pakan yang dimakan. Tembolok (crop) berfungsi menyimpan dan menerima makanan untuk sementara sebelum masuk ke proventrikulus.

  1. Proventrikulus

Proventrikulus disebut juga lambung kelenjar. Proventrikulus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus dan merupakan perut sejati ayam serta sebagai tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis. Dinding dari proventrikulus mensekresikan asam klorida, pepsin, dan getah lambung yang berguna untuk mencerna protein.

  1. Ampela/Ventrikulus (Gizzard)

Ampela atau gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang masuk berasal dari proventrikulus dan bagian bawah lubang pengeluaran menuju ke duodenum (usus halus). Organ ini berisi butiran-butiran batu (grit) yang berguna untuk menggiling makanan secara mekanis. Pada umumnya, ampela berwarna merah dan sedikit campuran putih pada bagian luar. Ukuran daripada ampela dipengaruhi oleh aktivitasnya, bila ayam terbiasa diberi pakan yang sudah digiling maka ampela akan lisut. Fungsi dari ampela (gizzard) adalah mencerna makanan secara mekanik dengan bantuan grit yang berada didalamnya.

  1. Usus halus

Usus halus atau usus kecil terbagi atas tiga bagian yaitu duodenum, jejunum, dan ileum. Pada duodenum disekresikan enzim pankreatik berupa enzim amylase, lipase, dan tripsin. Pencernaan ayam di dalam usus kecil secara enzimatik dengan berfungsinya enzim-enzim terhadap protein, lemak, dan karbohidrat. Protein akan diubah menjadi asam amino oleh pepsin dan khemotripsin, lemak akan diubah menjadi asam lemak dan gliserol oleh lipase, sedangkan karbohidrat menjadi disakarida lalu monosakarida oleh amylase. Pencernaan pada usus halus tidak menghidrolisis serat kasar, serat kasar akan langsung masuk ke organ pencernaan terakhir.

  1. Usus buntu (Ceca)

Ceca terletak diantara usus halus dan usus besar dimana kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Memiliki panjang sekitar 10-15 cm berisi calon feses atau tinja. Fungsi dari ceca belum diketahui secara jelas diketahui, tetapi didalamnya terdapat digesti sedikit serat oleh aktivitas mikroorganisme dan pencernaan karbohidrat dan protein serta absorbsi air.

  1. Usus besar

Usus besar terletak paling belakang terdiri dari rectum yang pendek dan bersambungan dengan cloaca berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali lipat dari diameter usus halus atau usus kecil. Pada usus besar terjadi reabsorbsi air untuk meningkatkan kandungan air pada sel tubuh dan mengatur keseimbangan air pada ayam.

  1. Cloaca

Cloaca merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan dan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin, dan muara saluran reproduksi. Pada cloaca terdapat tiga muara saluran pelepasan yaitu urodeum sebagai muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran makanan, dan proctodeum sebagai lubang keluar yang berhubungan dengan udara luar. Bagian terluar dari cloaca disebut vent yang pada betina lebih lebar dibanding jantan, karena untuk tempat keluarnya telur.

Organ Lain Sistem Pencernaan Ayam

Organ tambahan dalam sistem pencernaan memiliki hubungan dengan saluran pencernaan karena adanya suatu duktus atau saluran untuk mengeskresikan material dari organ tambahan ke saluran pencernaan. Organ-organ tambahan dalam sistem pencernaan antara lain:

  1. Hati : hati terletak diantara ampela dan empedu, berwarna kemerahan terdiri dari dua lobus. Hati mengeluarkan cairan berwarna hijau kekuningan yang memiliki peran dalam mengelmusikan lemak. Hati juga menyimpan energi siap pakai dan menguraikan hasil sisa protein menjadi asam urat yang dikeluarkan melalui ginjal.
  2. Pankreas : pancreas terletak di lipatan duodenum. Pankreas dapat mensekresikan cairan pancreas ke duodenum dan menghasilkan enzim yang mendigesti karbohirdat, lemak, dan protein.
  3. Limpa : limpa berbentuk agak bulat, berwarna kecoklatan dan terletak diantara proventrikulus, ampela, dan hati. Limpa diduga sebagai tempat memecah sel darah merah dan untuk menyimpan Fe (besi) dalam darah.

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *