SISTEM REPRODUKSI AYAM

Terdapat perbedaan yang signifikan pada organ genitalia ayam atau organ reproduksi berdasarkan jenis kelaminnya.

PT. CIPTA TERNAK SEHAT INDONESIA

Organ genitalia pada ayam antara lain:

  • Pada ayam jantan : terdapat testis, epididymis, ductus deferens, dan phallus.
  • Pada ayam betina : terdapat ovarium dan oviduct.
Sumber: http://www.poultryhub.org/physiology/body-systems/reproductive-system/
Sumber: https://slideplayer.com/slide/4774906/

Sistem Reproduksi Jantan

Sistem reproduksi pada ayam jantan terdiri dari testis, epididymis, dan ductus deferens yang masing-masing berjumlah sepasang serta sebuah phallus yang homolog dengan penis sebagai organ kopulasi pada ayam jantan.

  1. Testis berbentuk seperti kacang dengan panjang kurang lebih 5cm. Berwarna putih selama musim kawin dan akan menjadi kekuning-kuningan pada masa tenang (molting) dan juga terjadi perubahan ukuran menjadi separuh dari ukuran awal.
  2. Ejakulat yang dihasilkan ayam jantan muda umumnya tidak mencapai 1ml.
  3. Epididimis berdekatan atau menempel pada testis.
  4. Ductus deferens bermuara pada bagian papilia di daerah urodeum yang merupakan muara dari ureter.
  5. Phallus (penis pada ayam) yang terdapat pada bibir bawah kloaka yang terdiri dari tuberkel kecil yang dilindungi oleh sepasang corpus phallis. Pada proses kopulasi akan terjadi cloacal kiss.

Sistem Reproduksi Betina

Ovarium pada unggas disebut juga folikel. Ovarium bangsa unggas umumnya hanya sebelah kiri yang berkembang sedangkan sebelah kanan lama kelamaan akan regresi. Berbentuk seperti buah anggur dan terletak di rongga perut berdekatan dengan ginjal kiri. Ovarium merupakan tempat pematangan sel telur (ovum).

Oviduct adalah saluran yang mengubungkan ovarium dengan vagina dan juga digunakan sebagai saluran bagi spermatozoa menuju ke ovum untuk fertilisasi. Pada ayam oviduct dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

  1. Infundibulum merupakan bagian paling depan dari oviduct dengan panjang 7cm. Terjadi proses pembentukan lapisan chalaza (lapisan tipis albumin) yang akan membungkus kuning telur secara memutar sehingga discus germinalis selalu berada di bagian atas.
  2. Magnum merupakan bagian oviduct terpanjang sekitar 30cm. Fungsi dari magnum sendiri yaitu menghasilkan albumin sehingga telur nantinya memiliki dinding yang tebal dan berlipat.
  3. Isthmus bagian dari oviduct yang memiliki diameter lebih kecil daripada magnum sehingga dapat disebut sebagai penyempitan dan memiliki panjang sekitar 8 cm. isthmus membentuk dua membrane homogeny yang disebut dengan Inner Shell dan Outer Shell dimana membrane tersebut terletak di antara albumin dan kulit telur.
  4. Uterus pada ayam berupa ruangan dengan panjang 8cm. Pada uterus terjadi pembentukan kerabang telur yang merupakan lapisan cuticula dan juga terjadi deposisi kulit dan pigmen telur.
  5. Vagina merupakan bagian oviduct yang paling belakang. Vagina diakhiri dengan adanya bentukan kloaka sebagai bagian akhir dari saluran reproduksi. Vagina memiliki cincin sirkuler dengan lipatan pada permukaannya sebagai tempat menyimpan spermatozoa.
  6. Kloaka merupakan lubang buang urine dan feses yang disebut manure pada unggas serta tempat berakhirnya saluran reproduksi.
Sumber: https://slideplayer.info/slide/13561779/

Butuh Info Peternakan Terkini, Edukasi, Pendampingan, dan Konsultasi tentang Kesehatan Ternak?

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *